Selamat Datang di Gereja Paroki St Yosef Duri . . . . . Welcome to St Yosef Parish Church Duri - INDONESIA
Selamat Datang dan Terima kasih telah mengunjungi situs Gereja Katolik Paroki St.Yosef - Duri, Riau Indonesia. Menjadi Gereja yang Mandiri dan Berbuah, itulah Visi dan Misi Gereja Paroki St Yosef Duri, oleh karena itu peran serta aktif umat dalam pewartaan adalah sesuatu yang sangat diperlukan, untuk itu apabila Saudara-Saudari berminat untuk menyumbangkan pikiran, tenaga, ketrampilan, pengetahuan, dana, waktu dan bantuan apapun termasuk komentar dan usulan, silahkan hubungi kami di: gerejaparokistyosef@gmail.com.

Kuis Natal 2014

Kuis Natal 2014




Kedatangan Yesus ke dunia ini telah dinubuatkan (diramalkan) oleh para nabi yang hidup ratusan dan bahkan ribuan tahun sebelum kedatanganNya.

Pemenuhan nubuat inilah yang membuktikan bahwa Alkitab benar-benar wahyu dari ALLAH. Allah sendiri yang berjanji dan Allah sendiri yang menepati.



Pertanyaan:
Sebutkan 3 nubuatan para nabi seputaran kelahiran dan kanak-kanak Yesus. Lengkap nama nabi, pasal dan ayat serta nats (teks) nya.

Syarat & ketentuan:
  1.      Jawaban diketik dan dikirim ke alamat FB Gereja St Yosef Duri atau ke alamat email:  gerejastyosef@gmail.com.
  2.       Lomba kuiz akan ditutup pada tanggal 25 Desember 2014, pukul 24:00 dan lima (5) pemenang akan diumumkan pada tanggal 28  Desember 2014.
  3.       Pemenangnya adalah orang tercepat mengirimkan jawaban dan dengan skore tertinggi
  4.       Hadiah diambil sendiri di sekretariat Gereja St Yosef Duri pada jam kerja. Hadiah yang tidak diambil dalam tempo 1 bulan sejak diumumkan akan diberikan kepada umat yang membutuhkan.
  5.       Keputusan panitia Tidak dapat diganggu gugat

Ayo buruan…buka Alkitab, baca, ketik dan segera kirimkan.
Total hadiah berupa 1 Alkitab, 1 buku Madah Bakti dan 3 rosario. Total hadiah ada 5 untuk 5 pemenang

Kalbar miliki gereja Katolik berkapasitas 3.000 Orang

22/12/2014
Kalbar miliki gereja Katolik berkapasitas 3.000 Orang thumbnail

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meresmikan Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak yang mampu menampung sekitar tiga ribu orang di Pontianak, Jumat (19/12).
Penyerahan kunci dilakukan Ketua Panitia Pembangunan Frederika Cornelis kepada Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus. Gubernur Cornelis berharap gereja itu dapat digunakan sebaik-baiknya oleh umat Katolik untuk beribadah.
Ia melanjutkan, gereja itu juga menjadi kebanggaan masyarakat Kalbar karena kemegahan dan keindahannya. Selain itu, dapat menarik minat orang luar untuk berkunjung ke Kalbar khususnya Kota Pontianak.
Uskup Agung Agus mengatakan bahwa berdirinya gereja itu adalah berkat dari dukungan pemerintah dan masyarakat Kalbar.
Ia meminta umat untuk turut menjaga dan merawat gereja tersebut. Sedangkan pemberkatan akan digelar pada 19 Maret tahun depan, bertepatan dengan hari Santo Yosef pada kalender Katolik.
Agustinus Agus mengaku, telah sepakat dengan 22 tarekat di Pontianak terkait pemberkatan tersebut.
Sejauh ini, gereja itu sudah menelan biaya hingga Rp67 miliar. Pembangunan selanjutnya akan fokus untuk menata halaman dan taman serta eksterior.
Sedangkan dana yang dihimpun mencapai Rp79 miliar. Ketua Panitia Pembangunan Katedral Pontianak, Frederika Cornelis menambahkan, masih ada saldo Rp11,9 miliar.
“Sama sekali kita tidak defisit. Ini berkat kerja keras kita semua,” kata dia. Dana tersebut, papar dia, berasal dari sumbangan pemerintah provinsi, donatur dan umat. Totalnya ada 1.203 donatur.
Rinciannya, sebanyak Rp25 miliar berasal dari Pemprov Kalbar, Pemkot Rp50 juta, donatur Rp29 miliar, sekretariat katedral Rp91 juta, dan pengumpulan kolekte misa umat Rp5 miliar, serta sumbangan anonim Rp1,9 miliar. (suarapembaruan/antara)

Pengumuman Minggu Depan


PENGUMUMAN MINGGU INI
20-21Desember 2014

  1. Liturgi Minggu depan  :
  1. Hari Senin, tanggal 22 Desember Novena Kedelapan, masuk pukul 6 Sore
Ø  Dirigen        : Bapak Lasner
Ø  Lektor         : Ibu Marji
  1. Hari Selasa, tanggal 23 Desember Novena kesembilan
Ø  Dirigen        : Suster Atanasia
Ø  Lektor         : Saudari Irene
  1. Hari Rabu, tanggal 24 Desember Misa Malam Natal pukul 7 Malam, dimulai dengan drama Natal OMK
Ø  Tatalaksana           : Ketua-Ketua Kring
Ø  Koor                      :  Wilayah Sebanga I
Ø  Pemazmur               : Ibu Rossa
Ø  Organis                 : Suster Atanasia
Ø  Lektor                    : Saudari Merry dan Saudari Ermina
Ø  Misdinar                 : Khusus
Ø  Pembagi Komuni       : Bapak Sumarlin, Bapak Heri, Bapak Gultom dan
 Suster Chrisanti
  1. Hari Kamis, tanggal 25 Desember Misa Hari Raya Natal, dimulai pukul 8 Pagi
Ø  Tatalaksana           : Wilayah Sebanga II
Ø  Koor                      :  Wilayah Simpang Padang
Ø  Pemazmur               : Bapak Edo
Ø  Organis                 : Bapak Nugroho
Ø  Lektor                    : Ibu Tresia dan Ibu Tia
Ø  Misdinar                 : Khusus
Ø  Pembagi Komuni       : Bapak Prayitno, Bapak Susanto, Bapak Puryanto dan
 Suster Atanasia

  1. Lain-lain
1)  Kolekte Minggu lalu, kolekte ke 2 untuk panitia Natal
Hari Sabtu 1.180.000 rupiah dan 227.000 rupiah
Hari Minggu 3.360.000 rupiah dan 1.556.000 rupiah
2) Kunjungan Anak Seminari, akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 23 Desember, Pukul 8 malam di Stasi Sejahtera, umat di undang untuk hadir dalam acara tersebut.
3) Semua petugas Tatalaksana Malam Natal yakni para Ketua Kring mengenakan Batik
4) Setelah misa malam Natal dilanjutkan dengan ramah tamah disertai pengumuman hasil lomba di depan Gereja.
5) Misdinar Malam Natal dan Natal pagi supaya latihan di Gereja setelah misa hari Minggu ini tanggal 21 Desember
6) Ketika pemberkatan anak-anak pada misa Natal pagi, Anak-anak dihimbau membawa Kado Natal untuk kanak-kanak Yesus
7) Amplop Aksi Natal dikumpulkan melalui ketua Kring masing-masing dan diserahkan ke Bendahara Panitia paling lambat tanggal 24 Desember

8) Bina Iman Anak tanggal 25 Desember dibina oleh Saudari Ermina, Mery dan Kawan-kawan. Anak-anak peserta BIA supaya membawa pensil warna untuk lomba mewarnai gambar

Jadwal Misa Natai & Tahun Baru




Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal

19/12/2014
Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal thumbnail

Organisasi amal Katolik di Tiongkok, Jinde Charities menyelenggarakan sebuah ‘Evening Natal Charity‘ (Malam kasih Natal) di Shijiazhuang untuk menggalang dana untuk mendukung karya-karya amal yang dilakukan oleh para anggota Kelompok Rosario dan Kelompok Santa Anna paroki Katedral, keuskupan Baoding.
Sejak tahun 2005, Jinde Charities telah mengadakan acara tersebut setiap tahun di Shijiazhuang, ibukota Provinsi Hebei, untuk pengumpulan dana.
Tema yang dipilih  untuk acara tersebut tahun ini adalah “Aku berjalan bersama Anda”, dengan tiga tujuan khusus: untuk menghangatkan hati anak-anak; memenuhi impian orang-orang muda; dan menyediakan perawatan gigi untuk lansia.
Dipimpin oleh pastor paroki katedral itu, mereka telah mengunjungi rumah-rumah jompo, para lansia yang tinggal sendirian dan orang-orang sakit.
Sejak awal Adven mereka telah mengunjungi lebih dari 30 lansia, termasuk non-Katolik, membawa mereka minyak goreng, beras dan buah-buahan sebagai hadiah Natal.
Berbagai komunitas Katolik di daratan Tiongkok telah menyelenggarakan berbagai kegiatan amal dan rohani setiap tahun selama Masa Adven untuk mempersiapkan diri mereka menyambut Natal.
Berbagai inisiatif itu bertujuan untuk membantu umat beriman, terutama lansia, orang cacat dan semua orang yang tidak bisa datang ke gereja.
Sumber: ucanews.com

Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara

17/12/2014
Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara thumbnail
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi bencana.

Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Banjarnegara, Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah membuka posko bantuan untuk para korban tanah longsor di Banjarnegara yang terjadi pada Jumat pekan lalu.
Puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, tertimbun tanah longsor. Korban tewas dan hilang masih terus diidentifikasi.
Jumlah korban jiwa yang tewas dalam bencana tersebut kini menjadi 64 orang. Dalam pencarian pada hari keempat, Selasa (16/12/2014) sampai pukul 15.00 WIB, tim evakuasi menemukan lagi delapan korban yang tewas terkubur di dalam tanah.
Karitas Keuskupan Purwokerto (Karito) berintergrasi dengan Posko Santo Antonius Banjarnegara untuk membantu para korban dan juga para relawan. Semua relawan yang akan membantu akan didata dan mengenakan identitas dari Posko Santo Antonius Banjarnegara, kata Romo Mahendra Christy.
“Karito mendapat undangan dari Dompet Duafa untuk berkoordinasi bersama dalam pelayanan evaluasi di lapangan,” kata Romo Christy.
Ia mengatakan, “Paroki Santo Antonius Banjarnegara mempunyai dua Posko – Posko Santo Antonius (di aula paroki) dan Posko Karangkobar (di Kapel Karangkobar). Semua pintu masuk distribusi barang dan penerimaan barang melalui Posko Santo Antonius Banjarnegara. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di satu Posko. Semua barang akan diterima di Posko Santo Antonius, kemudian akan dishare berdasarkan survey para relawan Santo Antonius.”
“Kami berkoordinasi dengan Dompet Duafa, sub Posko Karangkobar, dan dapur umum Dinsos (Dinas Sosial),” kata imam itu.
Pihaknya menemui koordinator Dompet Duafa. Hasil dari koordinasi itu adalah mereka bersama BPBD, Basarnas, BPR akan mengadakan asesmen di daerah Jemblung selama tiga hari. “Kami menunggu info dari Dompet Duafa untuk terlibat dalam tindaklanjut setelah asesmen.”
Berdasarkan info dari para relawan, kebutuhan yang mendesak:  pakaian layak pakai/baru untuk balita, tikar, selimut, bumbu makanan (bawang, cabe, garam), obat-obatan,   tahu, tempe, ikan asin, gas elpiji 12 kg, kertas minyak untuk nasi bungkus, minyak goreng.
“Kebetulan, kami mendapat bantuan relawan TAGAR dari Magelang. Prinsipnya, kami siap membantu dan terlibat bersama dengan Dompet Duafa. Namun, ketika situasi mendesak, kami bisa mengeksekusi tanpa menunggu dari Dompet Duafa,” kata imam itu.
“Kami mengunjungi Sub Posko Karangkobar yang merupakan Stasi St. Lukas Paroki Banjarnegara. Kami koordinasi dengan relawan sub Posko dan menegaskan untuk tetap koordinasi dengan Posko Santo Antonius Banjarnegara.”
Relawan dari Karina KAS, Karina Keuskupan Bandung, Mapala Sanata Darma,  akan tiba di Posko Santo Antonius Banjarnegara. Dari Indosiar juga akan bergabung untuk membantu.
Sejumlah paroki dari Keuskupan Purwokerto maupun dari luar keuskupan ini sudah mulai memberikan bantuan dalam rupa uang yang bisa ditransfer ke rekening Posko Santo  Antonius atau Rekening Karito, dan kebutuhan pokok yang mendesak.
Jumlah pengungsi dan korban masih simpang siur. Karena hampir setiap harinya ada penambahan jumlah korban dan pengungsi.
Bila ada yang ingin berbagi dengan para korban – sumbangan dana bisa dikirim via  BCA 357 048 5678 a/n Stephanie Yuliana dan Listiyani.
Sumber: mirifica.net/media lain

Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif

17/12/2014
Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif thumbnail
Ulil Abshar Abdalla

Intelektual Muslim Ulil Abshar Abdalla menyayangkan adanya penggunaan tafsir ayat-ayat polemik di dalam Alquran oleh sekelompok Muslim untuk menjustifikasi aksi-aksi intoleran pada non-Muslim.
Menurutnya, ayat-ayat yang bernada sumbang atau polemik dalam melirik hubungan antar umat beragama perlu diperhatikan konteks historisnya.
“Islam pada dasarnya tidak ekslusif,” ucap Ulil dalam bedah disertasi “Ayat-ayat Polemik dalam Quran” di Teater Utan Kayu (TUK), belum lama ini.
Menurut Ulil, permasalahan ekslusifnya sekelompok Muslim karena menihilkan semangat inklusivitas di dalam Islam.
“Problem Muslim dewasa ini adalah kerap menggunakan ayat-ayat polemik ini dilihat sebagai ayat yang cocok sepanjang zaman,” ujar Ulil.
Perspektif ekslusif di dalam Islam yang menolak keharmonisan dengan umat lainnya, menurut Ulil, adalah cara pandang yang dibantah oleh  Munnim Sirry dalam disertasinya.
Dalam disertasi yang diterbitkan sebagai sebuah buku oleh Oxford University Press, Munnim Sirry, ungkap Ulil, menyampaikan  pandangan ulama dari beragam wilayah. Mulai dari Rasyid Ridha hingga Buya Hamka dimaktubkan dalam disertasi itu.
“Berbeda dengan Millah sebagai sebuah Din, Rasyid Ridha melihat Islam sebagai suatu kepercayaan yang masih cair,” ungkap Ulil.
Rasyid Ridha sebagaimana diketahui pula merupakan murid dari mufti Mesir Muhammad Abduh yang juga dikenal memiliki pandangan progresif.
Dalam disertasi rekannya itu, Ulil menemukan ada upaya para penafsir Alquran modern yang ingin menentang ekslusivisme Islam dengan membangun teologi inklusif.
“Ayat-ayat polemis dalam hubungan antara Muslim dan non Muslim, khususnya Kristen dan Yahudi, perlu ditafsirkan dengan lebih inklusif,” kata Ulil. (icrp-online.org)

HBD Pope Francis. May God bless you

Teh dan kue untuk Paus Fransiskus saat ia merayakan ulang tahunnya ke-78

18/12/2014
Teh dan kue untuk Paus Fransiskus saat ia merayakan ulang tahunnya ke-78 thumbnail
Paus Fransiskus meniup lilin saat merayakan ulang tahunnya ke-78 di Lapangan Santo Petrus pada Rabu yang bertepatan dengan audiensi umum mingguan.

Tanti auguri“  atau “Happy Birthday!”  menggema di Lapangan Santo Petrus pada Rabu saat Paus Fransiskus mengelilingi kerumunan peziarah dengan mobil kepausan selama audiensi umum mingguan.
Bapa Suci, yang merayakan 78 tahun pada 17 Desember kemarin, berhenti untuk meniup lilin di atas kue yang diberikan kepadanya oleh kelompok para seminaris Legio Kristus. Dia juga meminum teh – minuman tradisional Amerika Selatan yang populer di Argentina – yang diberikan kepadanya oleh para peziarah.
Salah satu bayi yang beruntung menerima ciuman dari Paus pada hari ulang tahunnya adalah Gaia yang telah berada di Roma untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bambino Gesu’.
Ibunda dari Gaia, Daniella dari Cortona, Italia, telah berusaha datang setiap minggu pada Rabu untuk audiensi umum sejak tiba di Roma beberapa bulan lalu – pada kenyataannya, dia mengatakan kepada CNA, audiensi ini adalah kedua kali bayinya dicium oleh Paus Fransiskus.
Daniella mengatakan,  “Saya sangat menyukai Paus ini. maka saya datang menemui dia.”
Berdiri di dekatnya adalah Richard Tirocke dari Maryland di Amerika Serikat. Dia mengatakan kepada CNA bahwa meskipun ia tidak mempraktekkan iman Katolik sebagai serius seperti yang dulu, itu tetap “luar biasa” untuk memiliki seperti pertemuan dekat dengan Paus Fransiskus.
Alex dan Flora Apulsen dari Florida mengatur liburan mereka di Roma untuk memastikan bahwa mereka bisa berada di alun-alun bersama Paus.
“Kami berharap semua keinginannya akan terwujud” di hari ulang tahunnya, kata Alex. “Ini benar-benar Paus untuk rakyat.”
“Dia adalah Paus yang hebat,” kata Flora. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun dan semoga tetap sehat selalu.”
Joe Pender dari Sydney Australia mengatakan CNA ia datang ke audiensi tersebut dengan harapan semakin dekat dengan Paus Fransiskus dan menerima berkat dari dia.
Sumber: ucanews.com

Pengumuman Minggu Depan

PENGUMUMAN MINGGU INI
13-14 Desember 2014

A.   Liturgi Minggu depan  Minggu Adven 4 :
1.     Hari Senin, tanggal 15 Desember Novena Pertama, masuk pukul 6 Sore
Ø  Dirigen        : Bapak Laurentius
Ø  Lektor         : Saudari Oca
2.    Hari Selasa, tanggal 16 Desember Novena Kedua
Ø  Dirigen        : Ibu Kurnia
Ø  Lektor         : Ibu Mora
3.    Hari Rabu, tanggal 17 Desember Novena Ketiga
Ø  Dirigen        : Bapak Adrianus
Ø  Lektor         : Ibu Ndari
4.    Hari Kamis, tanggal 18 Desember Novena Keempat
Ø  Dirigen        : Ibu Dewi
Ø  Lektor         : Ibu Angela
5.    Hari Jumat, tanggal 19 Desember Novena Kelima
Ø  Dirigen        : Suster Atanasia
Ø  Lektor         : Ibu Wahyu
6.    Hari Sabtu, tanggal 20 Desember
Ø  Dirigen        : Ibu Tri
Ø  Pemazmur      : Ibu Silvi
Ø  Lektor         : Ibu Jinem dan Ibu Tia
Ø  Misdinar      : Santa Maria
Ø  Pembagi Komuni : Bapak Prayitno
7.    Hari Minggu, tanggal 21 Desember
Ø  Tatalaksana           : Kelompok OMK
Ø  Koor                      :  Wilayah Sebanga II
Ø  Pemazmur               : Bapak Lasner
Ø  Organis                 : Bapak Nugroho
Ø  Lektor                    : Saudari Ermina dan Ibu Bernauli
Ø  Misdinar                 : Santa Laurensia
Ø                  Pembagi Komuni     : Bapak Susanto, Bapak Hasugian, Bapak Puryanto dan
 Suster Mediatrix

B.    Lain-lain
  1. Kolekte Minggu lalu, kolekte ke 2 untuk panitia Natal
Jumat Pertama 317.000 rupiah
Hari Sabtu 1.439.000 rupiah
Hari Minggu 3.247.000 rupiah
  1. Kami mengundang para Pastor, Suster, Frater, ketua Wilayah, ketua Kring dan Bapak/Ibu untuk menghadiri Rapat Panitia Natal yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 15 Desember 2014, pukul 19.30 malam.
  2. Kunjungan Anak Seminari, akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 23 Desember, Pukul 8 malam di Stasi Sejahtera, umat di undang untuk hadir dalam acara tersebut.
  3. Dibuka Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan untuk bulan Januari 2015, pendaftaran di Sekretariat Paroki pada jam kerja.



Doa KORONKA

KORONKA KEPADA KERAHIMAN ILAHI.
Kata koronka adalah sebuah kata Polandia yang tidak ada padanannya dalam Bahasa indonesia.
Artinya kurang lebih sama dengan mahkota kecil yang diletakkan diatas kepala orang yang dicintai secara istimewa ataupun untaian manik-manik indah yang dikalungkan pada leher sang kekasih.
Koronka kepada kerahiman ilahi ialah untaian doa yang dipersembahkan kepada Tuhan yang diimani sebagai pribadi yang maharahim dan berbelas kasih.
Doa ini diadakan pada rosario biasa, tetapi isinya bukan "Bapa Kami" dan "Salam Maria" seperti pada doa rosario.

Koronka dibuka dengan :
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Bapa Kami (1 kali).
Salam Maria (1 kali).
Aku Percaya
(Syahadat singkat).
Pada biji-biji besar rosario biasa ("biji Bapa Kami") yang memisahkan kelima puluhan kecil, diucapkan doa berikut ini:
Bapa yang kekal.*
kupersembahkan kepada-MU
Tubuh dan Darah,
Jiwa dan ke ALLahan
Putra-MU yang terkasih
Tuhan kami Yesus Kristus,
sebagai pemulihan dosa-dosa kami
dan dosa seluruh dunia.
Pada biji-biji kecil ("biji Salam Maria") diucapkan doa berikut ini:
Demi sengsara Yesus yang pedih,*
tunjukkanlah belas kasih-MU
kepada kami dan seluruh dunia
(10 kali).
Koronka ditutup dengan :
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,*
kasihanilah kami
dan seluruh dunia (3 kali).
† Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Kapan Waktu yang Tepat


Kapan Waktu yang Tepat Untuk Memasang Dekorasi Natal Menurut Ketentuan Liturgi?

Menurut Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, yang dikeluarkan oleh Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen, 17 Desember 2001 di Vatikan, pemasangan pohon Natal dan kandang Natal dilakukan pada malam Natal.

Berikut ini ktuipannya:

109. Dalam waktu antara Ibadat Sore I Natal dan Misa tengah malam - baik tradisi nyanyian Natal yang menjadi sarana ampuh pesan sukacita dan damai Natal, maupun kesalehan umat menawarkan beberapa bentuk doa yang berbeda-beda dari negara ke negara - semua ini hendaknya disambut gembiradan kalau perlu diserasikan dengan perayaan liturgi sendiri. Beberapa contoh, misalnya:

- "kandang hidup" dan pemasangan kandang di rumah-rumah kaum beriman yang merupakan kesempatan yang baik untuk doa keluarga: doa ini hendaknya mencakup pembacaan kisah kelahiran Yesus menurut Lukas, nyanyian khas Natal, serta doa permohonan dan pujian, khususnya oleh anak-anak, "bintang" dalam peristiwa keluarga seperti ini;

- pemasangan pohon Natal. Ini juga mewartakan kesempatan yang bagus untuk doa keluarga. Terlepas dari asal usul historisnya, pohon Natal memiliki simbol kuat dewasa ini dan tersebar amat luas di tengah umat Kristiani; pohon Natal mengingatkan pohon yang tumbuh di tengah Taman Eden (Kej 2:9) maupun pohon Salib, yang mendapat makna Kristologis: Kristus adalah pohon hidup sejati, lahir dari tunggul insani, dari Perawan Maria, pohon yang selalu hijau dan berbuah lebat. Di negara-negara Eropa Utara, pohon Natal dihias dengan apel dan malaikat dapat ditambahkan 'bingkisan'. Namun di antara bingkisan yang ditempatkan di bawah pohon Natal, hendaknya ada juga bingkisan untuk kaum miskin sebab mereka merupakan bagian dari setiap keluarga Kristiani..."

Dokumen yang sama menyebutkan bahwa masa Adven adalah masa penantian, pertobatan dan pengharapan (lih. no. 96). Maka pemasangan pohon Natal berikut hiasan/ bingkisannya -yang lebih berkonotasi suasana perayaan/ suka cita- memang hendaknya dilakukan sesaat sebelum malam Natal, di mana suasananya sudah mendekati hari Natal. Namun jika ini tidak memungkinkan, menurut hemat kami, jalan tengahnya adalah: pohon Natal yang tanpa hiasan dapat dipasang beberapa hari sebelumnya (sedapat mungkin di Minggu terakhir Adven), namun pemasangan hiasan dan bingkisan yang mengacu kepada ekspresi perayaan, silakan dilakukan pada sesaat sebelum Misa Malam Natal. Dengan demikian makna Adven sebagai masa penantian dan pertobatan tetap dijaga dan diekspresikan dalam prakteknya.

Sumber: Katolisita

Semua makanan halal?

Semua makanan halal?

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM- HidupKatolik.com


Pertama, memang dalam Perjanjian Lama ada ketentuan binatang mana yang haram dan mana yang tidak haram (Im 11:1-47; bdk Ul 14:3-21). Ketentuan ini kemudian diubah Yesus seperti dinyatakan Markus, “Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal (Mrk 7:18-19). Karena itulah, tidak ada lagi makanan yang haram.

Kedua, makan bahan persembahan dari meja sembahyang Konghucu sebaiknya tidak dilakukan, apalagi jika makan bahan persembahan ini dilakukan di dalam ibadat itu. Mengapa? Karena makan atau minum bahan
persembahan seringkali dimengerti sebagai ungkapan persekutuan dengan dia atau mereka yang menjadi tujuan persembahan itu. Memakan atau meminum bahan persembahan berarti ikut mengambil bagian dalam ungkapan iman dalam
ibadat itu.

Hal ini mirip dengan minum dari piala Kristus berarti persekutuan dengan darah Kristus. Demikian pula, makan roti persembahan berarti persekutuan dengan tubuh Kristus (bdk 1Kor 10:16-17; bdk ay 21-22). Menolak makan bahan persembahan berarti kita tidak bersedia dipersekutukan. Dalam hal ini, bukan makanan itu yang bersifat haram, melainkan makna dari memakan bahan persembahan itu yang harus dihindari.

Ketiga, jika bahan persembahan ini dibagi-bagikan tetapi tetap jelas bahwa hal ini adalah sisa persembahan, maka sebaiknya bahan persembahan itu tidak diterima. Hal ini kita lakukan bukan karena bahan persembahan itu haram, 
tetapi karena keberatan hati nurani dari dia yang mengatakan hal itu atau dari orang-orang lain yang tidak memiliki pengetahuan yang baik tetapi mengetahui bahwa kita menerima bahan persembahan itu (bdk. 1Kor 10:28-29a). Artinya, jika kita menerima bahan persembahan itu maka kita menimbulkan syak wasangka dalam hati orang lain tentang makna menerima dan memakan atau
meminum bahan persembahan itu (bdk. 1Kor 10:32-33).

Dalam hal ini kita bisa menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah pengetahuannya dan masih terikat kepada hal-hal di luar Allah, seolah kita mau dipersekutukan melalui persembahan itu. “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa kalau kita makan. Tetapi jagalah supaya kebebasanmu
ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” (bdk. 1Kor 8:7-12).

Dengan keras Rasul Paulus menegaskan sikapnya, “Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya
tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.” (1 Kor 8:13)

Keempat, seandainya bahan persembahan itu kemudian dijual di pasar sebagai kue, buah atau apa pun pada umumnya, maka kita boleh memakan atau meminumnya. Dengan dijual secara umum, bahan persembahan itu kehilangan kuasa persekutuannya dan kaitannya dengan tempat ibadat. Bahan itu kembali menjadi bahan umum yang layaknya dijual di pasar.

Dalam kasus yang mirip, Paulus mengatakan, “Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena ‘bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.’ Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.” (1Kor 10:25-27)

Semua pertimbangan Paulus didasarkan bukan karena makanan itu sendiri sebagai haram, melainkan didasarkan pada pertimbangan keberatan hati nurani tentang makna menerima dan memakan atau meminum bahan persembahan dari agama lain.




Sumber: Facebook fanpage Gereja Katolik 

Maria Ratu Surga

Maria Ratu Surga

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - HidupKatolik.com

Pertama, gelar Maria Ratu Surga berarti bahwa Maria sudah mencapai kemuliaan dan ikut memerintah di samping Putranya di surga. Kita percaya bahwa Bunda Maria pasti sudah menikmati kemuliaan di surga karena penyatuan dirinya yang luar biasa dengan Yesus, Putranya. Penyatuan diri ini bisa kita lihat dari ziarah iman Maria, mulai dari saat penerimaan Kabar Gembira dari malaikat Gabriel sampai puncak kegelapan imannya ketika melihat Yesus wafat di kayu salib. Sebagai ganjaran atas kesetiaan Maria ini pastilah Yesus mengikutsertakan Maria dalam kemuliaanNya di surga. ”Siapa yang mati bersama Tuhan, akan dibangkitkannya bersama-Nya” (2 Tim 2:11-12; Rom 6:8). Maria telah mati bersama Tuhan, dan karena itu ia dimuliakan bersama Tuhan dengan ”jiwa dan raganya.”

Bunda Maria bukan hanya dimuliakan di surga, tetapi juga ikut serta memerintah di surga sebagai Ratu. Sebagaimana Putra telah menghampakan diri dan karena itu dimuliakan, maka Maria-pun dimuliakan setelah penghampaannya yaitu digelari Ratu Surga (bdk. Fil 2:6-9). Penggelaran Ratu ini bukan karena Maria haus kekuasaan atau ingin berkuasa, tetapi justru karena ketaatan dan kesetiaan Maria pada misi yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Maria yang selalu setia dan tak berdosa serta menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah, sekarang dimahkotai sebagai Ratu surga.

Kedua, keikutsertaan Maria memerintah di surga mempunyai arti sangat penting bagi kita di dunia ini, karena di surga Bunda Maria menjadi pengantara kita. Kepengantaraan Maria ini ”sedikitpun tidak menyuramkan atau mengurangi kepengantaraan Kristus yang tunggal itu, melainkan justru menunjukkan kekuatannya.” (LG 60). Yesus tetap adalah satu-satunya pengantara manusia dengan Allah (1 Tim 2:5), sedangkan Maria adalah pengantara kita dengan Kristus. Hanya Yesuslah satu-satunya pribadi yang sungguh Allah dan sungguh manusia. Hanya Yesuslah yang mempersembahkan diri-Nya sebagai korban penebusan kepada Bapa.

Ketiga, kepengantaraan Maria dibuktikan dalam peristiwa perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11). Nampak jelas sekali bahwa Bunda Maria bukanlah mempersulit tetapi malahan mempermudah kita untuk mendapatkan rahmat dari Yesus, Putranya. Kepengantaraan Maria ini bisa dirinci menjadi beberapa butir: (a) Maria ikut serta memohonkan kemurahan Tuhan agar permohonan kita dikabulkan. Kita tidak sendirian. Bunda Maria bahkan berinisiatif mendahului memohonkan untuk kita sehingga bisa dikatakan Maria sudah mempersiapkan jalan bagi kita.

(b) Bunda Maria juga mendampingi kita untuk mengajukan permohonan yang tepat, yaitu berkaitan dengan apa yang benar kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Seringkali kita mengajukan permohonan yang kurang berguna atau bahkan membahayakan kita pada jangka panjang, tetapi tidak kita sadari. Pertimbangan kita seringkali sempit dan jangka pendek. Maria membantu kita untuk mengatasi keterbatasan ini. Bunda kita juga membantu kita untuk memohon dengan cara dan pada waktu yang tepat.

(c) Rahmat Allah akan dilimpahkan, tetapi pasti Allah tidak mau mencelakakan kita dengan rahmat-Nya itu. Karena itu, Maria membantu kita untuk mempersiapkan batin kita agar lebih siap dan pantas menerima rahmat yang kita mohonkan. Kesiapan batin kita akan ikut menentukan pengabulan permohonan kita. Kita mudah meminta tetapi kurang menyiapkan batin.

(d) Bunda Maria membantu kita untuk mengikuti ajaran-ajaran Yesus, seperti yang dikatakannya: ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yoh 2:5). Maria ingin melahirkan ”Yesus-yesus” yang lain di dalam diri kita. Maria membantu kita untuk menjadi semakin serupa dengan Putranya. Sebagai pribadi yang sudah ”bergaul” lama dengan Roh Kudus, Maria mempunyai modal luar biasa untuk ditularkan kepada saudari-saudara Putranya (bdk. Kis 1:14).


Api Pencucian

DI MANA API PENYUCIAN DALAM KITAB SUCI?



 

DI MANA API PENYUCIAN DALAM KITAB SUCI?

PENDAHULUAN

Dogma Katolik mengenai Api Penyucian (BUKAN Pencucian, karena kata dasarnya adalah "suci", bukan "cuci"), adalah salah satu dogma yang menuai banyak pertanyaan baik bagi orang Katolik maupun non-Katolik, sebab Kitab Suci tidak menyebutnya secara eksplisit.

Sebelum saya memulai dengan ayat, baiklah saya mengingatkan terlebih dahulu, bahwa:

1) Iman Katolik bukan agama yang lahir dari buku (Kitab Suci). Justru, Kitab Suci-lah yang lahir dari Iman Katolik. Maka, ajaran Katolik tidak semuanya secara eksplisit tercantum dalam Kitab Suci, meskipun biasanya tetap ada referensi secara implisit.

Bukankah Kitab Suci sendiri pun berkata: "Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu." (Yoh 21:25)

2) Gereja Katolik mendasarkan ajaran-ajarannya tidak hanya dari Ajaran Tertulis (Kitab Suci), melainkan juga dari Ajaran Lisan (Tradisi Suci), menurut Magisterium (Kuasa Mengajar) yang tidak-dapat-salah. Jika tidak ada Magisterium, kita lihat sendiri akibatnya pada komunitas-komunitas Protestan yang terpecah-pecah begitu mudahnya karena masing-masing mendasarkan pengajaran hanya dari Kitab Suci, dengan penafsiran sendiri-sendiri.

3) Ajaran yang tidak secara eskplisit tertulis dalam Kitab Suci, bukan berarti tidak sah atau tidak benar. Istilah Trinitas atau Tritunggal Mahakudus pun tidak ada di dalam Kitab Suci; Yesus hanya menyebutkan "Bapa, Anak, dan Roh Kudus". Tapi nyatanya dogma ini diterima dan diimani bahkan oleh sebagian besar kaum Protestan.

*

API PENYUCIAN DALAM KITAB SUCI


1) "Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak." (Matius 12:32)

Logikanya, pengampunan dosa tidak mungkin terjadi bila orang tersebut sudah di Surga atau di Neraka. Di Surga, tidak ada dosa yang perlu diampuni, sementara di Neraka, jiwa-jiwa sudah menerima hukuman kekal.

Namun Yesus bersabda bahwa ada pengampunan dosa di "dunia yang akan datang". Ini berarti, ada tempat setelah kematian yang bukan Surga maupun Neraka, tempat di mana dosa-dosa masih bisa dihapuskan. Ya tempat itu adalah Api Penyucian.


2) "Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api." (1 Kor 3:15)

Dalam ayat tersebut Rasul Paulus berbicara mengenai pengadilan Tuhan, di mana Tuhan menguji masing-masing pekerjaan manusia. Bagaimana mungkin seseorang "diselamatkan tetapi seperti dari dalam api"? Api apakah itu? Tentu bukan api neraka, karena sesudah orang masuk Neraka, ia tidak lagi dapat diselamatkan. Maka tentunya ada api lain yang bersifat sementara yang bertujuan untuk menyucikan orang agar ia dapat diselamatkan (masuk Surga) dengan sempurna. Itu adalah Api Penyucian.


3) "…apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar." (Yesaya 4:4)

Sekali lagi, ternyata ada tempat yang membakar, namun bukan dengan api neraka, melainkan dengan api yang menyucikan dan menghapus dosa-dosa. Hal ini hanya dapat dijelaskan dengan Api Penyucian.

*

Demikianlah, setidaknya ada tiga ayat dalam Kitab Suci yang berbicara mengenai "api yang menghapus dosa", yang ada setelah kematian. Oleh Gereja, api ini diberi nama Api Penyucian.

Maka janganlah kita percaya pada ajaran-ajaran yang tidak mempercayai Api Penyucian. Bayangkan jika tidak ada seorangpun yang memikirkan anda, berdoa bagi anda, berharap keselamatan bagi anda! Sungguh menyedihkan! Begitulah nasib jiwa-jiwa malang di Api Penyucian, orang-orang kudus yang masih membutuhkan bantuan kita.

Sumber: www.facebook.com/gerejakatolik