Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
17/12/2014
Intelektual Muslim Ulil Abshar Abdalla menyayangkan adanya penggunaan tafsir ayat-ayat polemik di dalam Alquran oleh sekelompok Muslim untuk menjustifikasi aksi-aksi intoleran pada non-Muslim.
Menurutnya, ayat-ayat yang bernada sumbang atau polemik dalam melirik hubungan antar umat beragama perlu diperhatikan konteks historisnya.
“Islam pada dasarnya tidak ekslusif,” ucap Ulil dalam bedah disertasi “Ayat-ayat Polemik dalam Quran” di Teater Utan Kayu (TUK), belum lama ini.
Menurut Ulil, permasalahan ekslusifnya sekelompok Muslim karena menihilkan semangat inklusivitas di dalam Islam.
“Problem Muslim dewasa ini adalah kerap menggunakan ayat-ayat polemik ini dilihat sebagai ayat yang cocok sepanjang zaman,” ujar Ulil.
Perspektif ekslusif di dalam Islam yang menolak keharmonisan dengan umat lainnya, menurut Ulil, adalah cara pandang yang dibantah oleh Munnim Sirry dalam disertasinya.
Dalam disertasi yang diterbitkan sebagai sebuah buku oleh Oxford University Press, Munnim Sirry, ungkap Ulil, menyampaikan pandangan ulama dari beragam wilayah. Mulai dari Rasyid Ridha hingga Buya Hamka dimaktubkan dalam disertasi itu.
“Berbeda dengan Millah sebagai sebuah Din, Rasyid Ridha melihat Islam sebagai suatu kepercayaan yang masih cair,” ungkap Ulil.
Rasyid Ridha sebagaimana diketahui pula merupakan murid dari mufti Mesir Muhammad Abduh yang juga dikenal memiliki pandangan progresif.
Dalam disertasi rekannya itu, Ulil menemukan ada upaya para penafsir Alquran modern yang ingin menentang ekslusivisme Islam dengan membangun teologi inklusif.
“Ayat-ayat polemis dalam hubungan antara Muslim dan non Muslim, khususnya Kristen dan Yahudi, perlu ditafsirkan dengan lebih inklusif,” kata Ulil. (icrp-online.org)
No comments:
Post a Comment